skip to main | skip to sidebar

TRANSLATE THIS BLOG...

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Senin, 21 Mei 2012

kisah muallaf Mantan misionaris Bu Dewi part 2

Malam natal 24 Desember 1998, saya memaksakan diri mencoba untuk kembali mengikuti kebaktian, bukan kedamaian yang saya peroleh tapi galau itu semakin memuncak. Sejuta tanya tetap tak terjawab menggelorakan pemberontakan dalam hati. AGAMA, TUHAN, KITAB SUCI adalah masalah KEBENARAN BUKAN PEMBENARAN, maka harus tepat memilihnya karena berujung surga atau neraka!

Disaat Alkitab & Gereja tidak mampu menjawab segala tanya sehingga semakin jauh dari hati, peristiwa mengerikan nyaris merenggut nyawa saya. Melaju kencang menuju Madiun, ban mobil saya tiba-tiba kempes tertancap potongan plat besi yang terlindas. Mobil jadi zig zag tak karuan. Seketika wajah jadi pucat pasi, jantungpun berdetak kencang. Ketakutan akan kematian spontan menghantui saya. Ngeri sekali ! akan kemanakah jiwaku jika aku mati ? Kristen sudah kutinggalkan & belum menemukan agama yg benar. Untung Tuhan masih menyelamatkan. Saya berhasil mengendalikan mobil & menepi. Berhenti di pinggir persawahan sangat luas, jauh dari mana-mana. Tiba-tiba kudengar suara Adzan magrib... Bergetar hati... inikah jawaban ? ...saya harus segera memutuskan !

Ketika teman meminjami buku Akhlak Islam , Masya Allah saya begitu ta’jub. Hal-hal yang nampaknya sepele pun oleh Islam diperhatikan, diatur dan ada petunjuknya didalam Al Qur’an maupun Hadist. Misal, sehabis hubungan suami istri wajib mandi besar, wanita haid tidak diperkenankan sholat , masuk masjid & membaca Al Qur’an suci, istri pergi harus seijin & diridhoi suaminya, yang jalan memberi salam yang duduk dsb. Tentulah hal-hal besar & penting lebih diperhatikan lagi ! Islam betul-betul tuntunan & pedoman hidup dari Tuhan. Sangat kontras dng Kristen, dimana hal-hal besar & sangat mendasar seperti beragama Kristen, merayakan Natal & menyembah Trinitas ternyata tidak diwahyukan Allah alias rekayasa ajaran manusia semata.

Setelah bertahun-tahun saya mengalami pergulatan batin, melakukan perenungan serta memohon petunjuk kepada Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan, maka Februari 1999, Allah melapangkan dada saya untuk memeluk Islam, Agama Kebenaran, Agama Tauhid dari Allah, Agama yang dianut & diajarkan oleh semua Nabi & Rasul. Syariat Islam berkembang dari Rasul demi Rasul menuju syariat Rasul Muhammad saw yg telah tuntas, sempurna & diridloi Allah.



Beberapa ujian setelah saya Islam antara lain :



1. 1. Keluarga, teman & tetangga yang Kristen mengucilkan saya sementara orang-orang Islam masih mencurigai keIslaman saya.
2. 2. 14 Agustus 2001 Dokter memvonis umur saya tinggal 2 tahun karena sakit parah.
3. 3. Saya sempat terperosok kedalam kesesatan. Sholat di masjid2 kuno, akrab dng kuburan2 keramat/wali minta berkah, makan roti dirajah tulisan arab, amalan ini itu, pakai ini itu agar terkabul hajat. Semua saya lakukan atas petunjuk Kyai, yang katanya kebal senjata, dapat memukul lawan dari jarak jauh. Terkuaklah dusta Kyai. Ketika saya menghadapi masalah dikepung orang orang yang akan mencelakai saya. Sang kyai tidak mampu berbuat apa-apa selain komat-kamit didalam rumah tidak berani keluar. Ketika mengalami kecelakaan, sang Kyai cidera berat dan anaknya meninggal. Dimana keampuhannya ? Dzikir tahlil wiridan semalam suntuk lebih diutamakan daripada kewajiban sholat subuh tepat waktu berjamaah di masjid. Jadwal sholat subuhpun bergeser jam 10 pagi karena bangunnya selalu siang.
4. 4. Usaha bangkrut ditipu Kyai yg berlagak membimbing saya. Mungkin Allah menegur saya karena mengabaikanNya, lebih taat & bergantung pada Kyai.
5. 5. Suami saya kedua, satu-satunya manajer yang kokoh beragama Islam di suatu perusahaan otomotive besar, diperlakukan sangat diskriminatif dan tidak menyenangkan oleh pimpinannya yang baru saja diangkat sebagai pendeta. Oleh teman-temannya yang aktifis gereja, dikondisikan agar tidak kerasan dan akhirnya memilih mengundurkan diri.
6. 6. 18 Agustus 2003 ketika keislaman saya mulai bersemi suami saya kedua yang mengenalkan Islam & membimbing saya, tanpa sakit dipanggil Allah SWT. Padahal ketika itu justru sayalah yang sedang sakit keras dan pedihnya lagi uang didompetpun tinggal Rp. 10.000,-
7. 7. Seminggu kematian suami, Ibu datang dari Lombok menekan saya untuk kembali Kristen. Ketika saya nekad Islam maka semua biaya hidup saya sejak kecil hingga dewasa harus saya kembalikan. Untung saya punya Allah tempat bergantung & Maha Kaya. Dibantu Ustad & beberapa rekan saya mampu mengembalikan apa yang diminta Ibu.
8. 8. Karena menjanda lagi dan sendiri, saya bermaksud mengambil anak saya yang dipelihara ibu saya di Lombok untuk saya didik & menemani saya di Solo. Tetapi tidak diperkenankan Ibu kecuali kalau saya kembali Kristen. Padahal untuk mendapatkan anak yg semata wayang itu, ibaratnya, saya harus mempertaruhkan nyawa hampir keguguran sampai 3X. Sayapun susah payah mengandungnya.
9. 9. Malam 27 Ramadhan Tahun 2004 anak saya dari Lombok menelpon memberikan pilihan : ‘Pilih Anak atau Agama’, kalau pilih anak harus kembali ke Kristen. Karena saya telah bersyahadat, berikrar setia kepada Allah, maka tegas tanpa ragu tidak perlu berpikir panjang saya pilih agama. Allah lebih pantas dicintai, lebih pantas dinomor satukan, lebih kokoh dijadikan tempat bergantung daripada apapun juga termasuk anak & seluruh keluarga. Sejak itu pula saya resmi di PHK seluruh keluarga. Oleh nenek saya dari pihak ibu, saya di PHK sebagai cucu, Pakde Bude memPHK saya jadi keponakannnya, Bapak-Ibu memPHK saya sebagai anak, adik-adik yang sejak kecil saya turut mengasuh, membiayai pendidikan & pernikahan mereka, telah memPHK saya sebagai kakak. Kalaupun dalam mempertahankan Islam, kehilangan harta, anak & keluarga masih belum cukup, masih pula harus kehilangan hidup & nyawa saya satu-satunya, asal tidak kehilangan ridho & rahmat_Mu Ya Allah, hamba siap ! Semoga Allah mengokohkan iman hamba.
10. 10. Prihatin dengan maraknya pemurtadan & kristenisasi, padahal saya telah paham & meyakini betul benarnya Islam & sesatnya Kristen, maka saat ini saya bergabung dng Forum Arimatea Solo menyampaikan mana agama yang Haq mana agama yang Batil. Turut berdakwah membentengi umat dari bahaya pemurtadan & kristenisasi. Sayapun jadi biasa menerima ancaman. Pernah dilaporkan di kelurahan dianggap membuat keresahan, akan dilaporkan polisi, akan dibunuh, akan digantung maupun akan dirobek-robek muka saya. Tetapi saya tidak gentar dan Insya Allah tidak akan mundur sejengkalpun. Karena Allah yang Maha Kuasa dan Maha menepati janji menjanjikan lewat Qur’an surat Muhammad ayat 7 : “BARANGSIAPA MENOLONG AGAMA ALLAH MAKA ALLAH AKAN MENOLONGNYA DAN MENGUKUHKAN KEDUDUKANNYA.” Dan siapapun tak akan mampu mendatangkan kemudharatan jika Allah tidak menghendaki itu terjadi.



Gelombang ujian yang bertubi-tubi janganlah menyurutkan iman. Allah tidaklah zalim membuat hambaNya menderita. Allah mencintai hambaNya, menatar & menggembleng hambaNya agar layak menempati kedudukan yang lebih mulia disisiNya. Sungguh mengagumkan orang mukmin itu, diuji penderitaan ia bersabar. Itu baik baginya. Diuji nikmat ia bersyukur dan itupun baik baginya.

Inilah sekelumit kisah kegalauan saya terhadap Kristen yg saya anut selama 30an tahun dan perjuangan saya dalam mempertahankan hidayah Dienul Islam. Agama mulia yang mengajarkan amar makruf nahi munkar & beriman kepada Allah. Satu-satunya jalan lurus menuju rahmat Allah, keselamatan, kebahagiaan & kenikmatan hakiki & abadi ... Surga Allah !

Semakin mempelajari Kristologi saya menemukan bukti-bukti berikut yang menguatkan bahwa Kristen bukan wahyu Tuhan :

PERHATIAN...ARTIKEL dalam blog ini boleh di copy dan silahkan antum Share
dan Bagikan kepada teman-teman antum untuk dakwah dan perang melawan
media-media sekuler...! JAZAKUMULLOHU KHOIRON KATSIRON..."

Related Post:

0 komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak anda di sini....

Berita Umat Islam yg JUJUR dan TERPERCAYA...