skip to main | skip to sidebar

TRANSLATE THIS BLOG...

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 16 Agustus 2012

Pasukan salib AS gunakan pampers saat berperang dengan mujahidin Taliban

13 komentar
mujahidin taliban afganistan
obama tentara as amerika



AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Hal ini mungkin tampak “tak dipercaya” bagi anda, tapi hal ini adalah nyata bahwa pasukan salibis AS menggunakan pampers (popok) saat berperang dengan mujahidin Taliban. Dan sekarang kondisi mereka (musuh) semakin “menyedihkan” karena pasokan pampers mereka harus terhambat, karena blokade Pakistan atas pasokan AS-NATO ke Afghanistan.

Berita yang sangat mengejutkan karena AS yang dianggap “super power” dan pasukan mereka yang ditakuti oleh para budak salibis-zionis, namun kenyataan yang memalukan bahwa mereka ketakutan menghadapi mujahidin sehingga menggunakan pampers saat berperang.

Ansar Abbasi, seorang penulis terkemuka dan editor di salah satu surat kabar dari Pakistan, Berita internasional situs itu telah memunculkan fakta menarik dengan menerbitkan kolom lucu “Pampers (popok) Angkatan Darat (AS)”.

Dia mengatakan juru bicara ISAF di Afghanistan dihubungi terkait hal ini, ISAF membantah bahwa Abbasi bukanlah seorang prajurit, juga tidak tahu bahwa marinirAS dan tentara NATO memakai popok saat berperang perang melawan Taliban di Afghanistan.

Namun sebuah sumber diplomatik mengatakan blokade pasokan untuk AS-NATO oleh Pakistan telah membuat tentara salibis menderita di banyak aspek, termasuk kekurangan pampers yang parah untuk tentara salibis AS-NATO.

Selain itu salah satu surat kabar berbahasa urdu bulan lalu melaporkan bahwa pemerintah teroris AS telah menghubungi Pakistan mendesak untuk segera menyediakan pampers.

Laporan surat kabar itu mengklaim bahwa laporan kekurangan pampers pertama kali muncul di media AS tapi laporan resmi tidak pernah dikonfirmasi oleh AS atau Komado Sentral NATO. Dikatakan bahwa selama operasi militer dan saaat memerangi Taliban di Afghanistan, tentara AS memakai pampers untuk melawan musuh-musuh mereka tanpa terlalu mempertaruhkan hidup mereka.

Menurut salah seorang analis, pasukan AS-NATO yang berlapis baja dan kendaraan-kendaraan canggih mereka, tidak berani untuk keluar dari kendaraan mereka untuk meringankan rasa takut mereka akan serangan Taliban.

Laporan itu menunjukkan bahwa pasukan salibis AS-NATO menggunakan pampers karena mengeluarkan airseni karena takut menghadapi mujahidin Taliban.

Meskipun keunggulan teknologi mereka yang ekstrim serta penyebaran ratusan ribu pasukan mereka di Afghanistan untuk melawan mujahiidn Taliban, Amerika telah hampir kalah perang melawan mujahidin Taliban yang jauh lebih sedikit jumlahnya.

Itu adalah rasa malu atas kekalahan pasukan salibis AS dan antek-anteknya di Afghanistan.

(siraaj/arrahmah.com)

Rabu, 15 Agustus 2012

Pertempuran Sengit Mujahidin Moro Terus Mengepung musuh....!!

2 komentar
pertempuran mujahidin moro philipina

MINDANAO - Pertempuran sengit antara Mujahidin Bangsa Moro Islamic Freedom Movement (BIFM) dan Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) terus terjadi, posisi musuh terus diburu oleh Mujahidin.

Berdasarkan rilisan yang diterbitkan Al-Busyro, informasi dari BIMF pada Sabtu (11/8/2012) yang dikirim ke redaksi arrahmah.com, tembakan-tembakan dari Howitzer 105mm tak henti menghujani daerah-daerah di mana Mujahidin berada, termasuk kamp Umar yang menjadi basis paling utama.

Mujahidin telah memasang bom-bom pinggir jalan dan ranjau darat lainnya untuk menghambat gerak maju tentara AFP. Sebuah truk AFP diserbu di tengah kota Marawi, pulau Mindanao, tepatnya di Mindanao State University (MSU), menewaskan 5 tentara dan melukai 13 lainnya. Kemudian, menurut rilisan tersebut, tentara yang marah melepaskan tembakan secara membabi buta menargetkan para mahasiswa MSU (dengan dalih mencari Mujahidin) yang berada di sekitar tempat kejadian, hingga menyebabkan puluhan dari mereka luka-luka.

Di sisi lain, salah satu komandan BIFM mengatakan mereka telah berhasil menjatuhkan salah satu helikopter milik AFP, Allahu Akbar.

Sementara laporan selanjutnya pada Ahad (12/8), menunjukkan hari Sabtu telah diwarnai oleh ledakan bom-bom yang ditanam oleh Mujahidin, diantaranya di Markas Devisi Tentara AFP di Awang, Cotabato, di mana bom menghantam 2 Hummer Militer. Di Piki dan Melang, utara Cotabato, bom juga dilaporkan meledak menghantam musuh, demikian juga di Shariff Aguak tak tertinggal dari serangan Mujahidin.

Pertempuran juga dilaporkan terus berkecamuk di daerah Guindulungan, Datu Unsay dan Datu Piang. Namun Mujahidin belum menyebutkan informasi lebih lanjut terkait pertempuran ini.

Sementara itu, Mujahidin terpaksa mundur dari Highway Maguindanao, sebab tidak kuat terhadap bau busuh yang sangat menyengat dari bangkai-bangkai tentara AFP yang masih bergelimpangan di area pertempuran pekan lalu.

Mujahidin BIFM, dengan izin Allah, mendapatkan banyak Ghonimah terutama peluru-peluru yang ditinggal Tentara AFP, berupa peluru-peluru LMG, Roket-roket Mortir, dan Roket-roket Anti Tank B90, Allahu Akbar.

Peralihan kontrol pos pemeriksaan dan korban pertempuran

Update rilisan hari Selasa (13/8) mengatakan bahwa di dekat daerah Mamasapano, Maguindanao, terus-terusan dikepung Mujahidin, yang akhirnya AFP memaksa para polisi untuk menggantikan posisi mereka di pos pemeriksaan.

Naas, pos tersebut juga diserang Mujahidin, 20 polisi itu langsung menyerah dan menyerahkan senjata mereka demi menyelamatkan diri mereka/

Sementara, terkait korban pertempuran, laporan awal dari BIFM menyebutkan bahwa saksi mata dari kalangan Mujahidin melihat setidaknya 114 tentara, belum termasuk ratusan tentara yang terluka dan tewas di Rumah Sakit.

Kabar selanjutnya mengatakan bahwa 11 Mujahidin telah Syahid (insyaAllah) dalam pertempuran sengit di bulan Ramadhan ini (semoga Allah menerima mereka). (siraaj/arrahmah.com)


-(muttaqien post)

Minggu, 05 Agustus 2012

Pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar Burma

0 komentar
Muslim rohingya myanmar, Satu tubuh dengan kita, darah mereka adalah darah kita kehormatan mereka kehormatan kita...!! "wntara mukmin satu dan yang lain bagaikan satu tubuh, bila salah satu anggota tubuh sakit maka anggota tubuh yang lain pun merasakan sakitnya, demam dan susah tidur"
Pembantaian dan kekejian lainnya terhadap Muslim Rohingya di Burma (Myanmar)-terutama di Arakan-sebenarnya bukan pertama kalinya di tahun ini, namun dimulai pertengahan tahun ini penindasan terhadap Muslim di Arakan meningkat tajam hingga mengejutkan mata dunia.

Fakta pembantaian umat islam di maungdaw arakan myanmar.Selama ini, media Islam-lah yang berusaha untuk mengungkap tragedi berdarah yang menimpa umat Islam di Burma disaat media internasional 'kelas atas' pada umumnya bungkam, sehingga banyak orang di dunia tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya terhadap Muslim Rohingya. Namun, fakta-fakta yang dipaparkan selama ini oleh media Islam masih saja menghadapi berbagai hujatan dan kritikan dari orang-orang yang ragu, meskipun sumbernya dari mereka yang memiliki koneksi langsung ke Muslim Rohingya di Arakan. Terlebih lagi, beredarnya beberapa foto-foto hoax tentang genosida Muslim Rohingya baru-baru ini juga dijadikan alasan sebagian orang untuk tidak mempercayai fakta yang ada. Walaupun begitu, fakta tetaplah fakta, yang pasti akan terungkap meskipun disembunyikan dan meskipun banyak orang yang meragukan.

Berikut ini adalah sebuah pemaparan fakta terkait genosida atau upaya pembersihan etnis Muslim Rohingya di Burma yang ditulis dan dipublikasikan oleh salah satu media jihad, Global Islamic Media Front, yang diterjemahkan oleh tim Maktabah Jahizuna, berdasarkan laporan kredibel dari tempat kejadian, untuk mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya terjadi dan bantahan bagi orang-orang yang meragukan genosida ini dan bahwa kerusuhan etnis ini bukan dipicu oleh kaum Muslimin.

Sebab Awal Pembantaian ini?

Pembantaian ini di awali dari fitnah yang disebarkan oleh orang-orang Budha Rakhine terhadap minoritas Muslim Rohingnya. Dimana dikatakan bahwa tiga pemuda Muslim telah membunuh dan memperkosa seorang wanita berusia 26 tahun. Tentu saja semua itu bohong. Dimana sebenarnya perempuan itu diperkosa dan dibunuh oleh pacarnya bersama beberapa gang pemuda Budha Rakhine. Peristiwa pembunuhan itu di awali ketika sang gadis ingin "putus" dengan sang pacar dikarenakan dia jatuh hati pada laki-laki lain. Maka sang laki-laki pun berusaha membujuk agar tidak putus. Namun ternyata ditolak, maka sang mantan pacar ini marah dan kemudian mengajak dua temannya untuk membalas dendam dengan memperkosa dan membunuh sang gadis.

Lalu para pembunuh itu meletakkan mayat gadis itu di dekat desa Muslim. Kemudian orang-orang Budha Rakhine dan Quaffer Burma (Otoritas Myanmar) menuduh bahwa orang-orang Muslim membunuh perempuan itu. Akibatnya, tiga pemuda Muslim yang tidak bersalah ditangkap. Satu dipukuli hingga tewas dan dua lainnya dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan. Inilah fakta yang ditunjukkan oleh Pemerintah Budha Burma kepada dunia, bahwa mereka berani menciptakan peristiwa dan kasus palsu hanya untuk mencari kesempatan membunuh Umat Islam Rohingnya.

Situasi Muslim Rohingya Sebelum Awal Genosida ini

Beberapa bulan sebelumnya, para ekstrimis Budha Rakhine dan Xenophobia, mereka banyak membuat propaganda-propaganda anti Muslim Rohingnya. Dan semua itu direlease baik di dalam maupun di luar Burma. Dengan mengusung slogan lama yakni "Rohingnya (sebutan untuk Muslim di sana -pent) bukanlah orang Burma, mereka adalah imigran gelap dari Bangladesh". Dengan maksud untuk memusnahkan dan mengusir Kaum Muslimin di sana.

Sebab Awal Pembantaian ini?

Pembantaian ini di awali dari fitnah yang disebarkan oleh orang-orang Budha Rakhine terhadap minoritas Muslim Rohingnya. Dimana dikatakan bahwa tiga pemuda Muslim telah membunuh dan memperkosa seorang wanita berusia 26 tahun. Tentu saja semua itu bohong. Dimana sebenarnya perempuan itu diperkosa dan dibunuh oleh pacarnya bersama beberapa gang pemuda Budha Rakhine. Peristiwa pembunuhan itu di awali ketika sang gadis ingin "putus" dengan sang pacar dikarenakan dia jatuh hati pada laki-laki lain. Maka sang laki-laki pun berusaha membujuk agar tidak putus. Namun ternyata ditolak, maka sang mantan pacar ini marah dan kemudian mengajak dua temannya untuk membalas dendam dengan memperkosa dan membunuh sang gadis.

Lalu para pembunuh itu meletakkan mayat gadis itu di dekat desa Muslim. Kemudian orang-orang Budha Rakhine dan Quaffer Burma (Otoritas Myanmar) menuduh bahwa orang-orang Muslim membunuh perempuan itu. Akibatnya, tiga pemuda Muslim yang tidak bersalah ditangkap. Satu dipukuli hingga tewas dan dua lainnya dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan. Inilah fakta yang ditunjukkan oleh Pemerintah Budha Burma kepada dunia, bahwa mereka berani menciptakan peristiwa dan kasus palsu hanya untuk mencari kesempatan membunuh Umat Islam Rohingnya.

Situasi Muslim Rohingya Sebelum Awal Genosida ini

Beberapa bulan sebelumnya, para ekstrimis Budha Rakhine dan Xenophobia, mereka banyak membuat propaganda-propaganda anti Muslim Rohingnya. Dan semua itu direlease baik di dalam maupun di luar Burma. Dengan mengusung slogan lama yakni "Rohingnya (sebutan untuk Muslim di sana -pent) bukanlah orang Burma, mereka adalah imigran gelap dari Bangladesh". Dengan maksud untuk memusnahkan dan mengusir Kaum Muslimin di sana.
genocide moslem rohingya myanmar
Kejadian ini terjadi di depan Kantor Imigrasi. Pada mulanya gerombolan Teroris Budha Rakhine itu menghentikan bus naas yang berplat nomor 7 (GA) 7868 ini. Mereka menghentikan bus tepat di depan gerbang Imigrasi. Sembari membawa senjata mereka menurunkan semua penumpang bus dan berteriak, "Turun semua, kami mencari orang-orang asing !!!" (sebutan untuk kaum Muslimin Rohingnya, yang tidak dianggap sebagai Warga Negara Burma –pent).

Lalu pemandu jalan dan beberapa penumpang bus turun dan meminta agar massa teroris itu tidak melakukan hal-hal yang berbahaya terhadap seluruh penumpang. Namun para teroris itu tidak menghiraukan mereka dan memasuki bus secara paksa, lalu berteriak pada para penumpang bahwa mereka mencari "orang-orang asing". Kemudian mereka mulai memukuli dan menyeret para Jamaah Muslim turun ke jalanan. Para teroris Rakhine yang berjumlah sekitar 300 orang itupun mengeroyok beberapa Jamaah Muslim hingga tewas. Lalu setelah itu massa teroris itu juga menghancurkan dan membakar bus tersebut.

Anehnya, massa sebelumnya telah berkumpul di depan gerbang kantor Imigrasi pemerintah, namun tidak ada satupun pihak yang berwenang yang berusaha membubarkan mereka sebelumnya. Dan pada saat kejadian itupun tidak terlihat adanya aparat maupun petugas kantor Imigrasi yang berusaha mencegah pembantaian itu.
genosida umat islam myanmar burma

Berdasarkan daftar yang beredar, delapan korban Muslim yang berangkat dari Masjid Tachan Pai ke Tandwe, semuanya berasal dari Burma tengah. Berikut data mereka:

Muhammad Sharief @ U Ne Pwe s / o U Ahmed Suban, 58 8/Ta Ka Ta (N) 095548, dari Taung Twin Gyi
Muhammad Hanif @ U Maung Ni s / o U kay sufi Pe, 65 8/Ta Ka Ta (N) 095530, dari Taung Twin Gyi
Shafield Bai @ U Aye Lwin s / o UA Hpoe Gyi, 52 8/Ta ka Ta (N) 093573, dari Taung Gyi Twin
Aslam Bai @ U Aung Myint s / o U Hla Maung, 508/Ta ka Ta (N) 094557, dari Taung Twin Gyi
Balai Bai @ Tayzar Myint s / o U Yakub, 288/Ta ka Ta (N) 189815, dari Taung Twin Gyi
Shuaib @ Tin Maung Htwe s / o U Tin Oo, 218/Ta ka Ta (N) 231084, dari Taung Twin Gyi
Salim Bai @ Aung Kyaw Bo Bo s / o U Tun Tun Zaw, 2614/Ma La Na (N) 231084, dari Myaung Mya
Lukman Bai @ Nyi Nyi Zaw Htut s / o U Ibrahim, 3314/Ma La Na (N) 148133, dari Myaung Mya

Dan dua korban lainnya adalah pasangan suami istri dari kota Thandwe, merupakan awak bus. Para korban pun dikuburkan di Tandwe pada malamnya. Lima Jamaah lainnya berhasil melarikan diri dari pembunuhan brutal itu.

Lalu untuk merayakan hal itu, para teroris Rakhine meludahi dan mengguyur mayat-mayat kaum Muslimin yang tergeletak di tengah jalan itu dengan anggur dan minuman keras. Namun anehnya pula, tidak ada satupun orang yang ditangkap dan tidak ada tindakan hukum terhdapa para pembunuh itu.
muslim myanmar
Para Petugas Keamanan Rakhine Menjarah dan Membakar Seluruh Property Kaum Muslimin Rohingnya Dengan Alasan Uu No. 144

Pemberlakuan UU no. 144 oleh Otoritas Burma, memaksa komunitas Muslim Rohingnya dari Maungdaw tidak dapat keluar dari rumahnya ketika Aparat memasuki area mereka. Namun di sisi lain, orang-orang Rakhine bebas berkeliaran sehingga merekapun dengan bebas menyerang, menjarah dan membunuhi kaum muslimin di sana.Anehnya personil keamanan Burma itu, malah berusaha melindungi orang-orang Budha Rakhine, ketika mereka sedang mempersiapkan diri untuk membakar rumah penduduk Muslim Rohingnya.
fakta pembantaian muslim myanamr
Menurut seorang tetua Maungdaw bahwa Personil keamanan melepaskan tembakan secara memababi buta ke arah kerumunan Muslim Rohingya yang berusaha melindungi harta dan properti mereka.

Pada 8 Juni 2012, Personil Keamanan dan orang-orang Budha Rakhine melakukan penyerangan. Mereka membakar rumah beberapa orang yakni Razak, Lalu dan Syed Ahmad. Lebih dari lima toko pakaian di jarah, dimana total kerugian sekitar 150.000.000 kyat. Satu masjid di desa Sawmawna dihancurkan. Dan lebih dari 200 Muslim Rohingnya terluka.

Pada tanggal 9 Juni 2012, terjadi penyerangan oleh para teroris rasis Budha Rakhine dan Aparat Keamanan, dimana 100 orang tewas dan hampir 500 orang terluka.

Pembantaian Terhadap Kaum Muslim di Arakan Terus Terjadi Meskipun Pihak Tentara Telah Menyatakan Mereka Sudah Mengontrol Situasi yang Ada Sebagian besar kaum Muslimin Rohingnya melarikan diri ke Bangladesh dari Akyab. Hal ini karena terror dan kekerasan yang terjadi di Negara bagian Arakan tersebut, dimana desa-desa Muslim Rohingnya dibakar dan banyak Muslim Rohingnya yang dibunuh oleh Polisi, Aparat Kemanan dan para teroris Budha. Kaum Muslimin Rohingnya pun berbondong-bondong menuju Bangladesh, yang mana mereka berpikir bahwa Bangladesh adalah Negara Islam, sehingga karena sesame Muslim maka mereka akan di bantu.
Sayangnya, thaghut murtad Pemerintah Bangladesh dan tentaranya menolak dan melarang Muslim Rohingnya memasuki Bangladesh. Dan jika ada Muslim setempat (Bangladesh) memberi bantuan atau menampung para pengungsi Muslim Rohingnya, maka mereka akan ditangkap dan bagi Muslim Rohingnya maka mereka akan di deportasi.
gambar muslim arakan myanmar
myanmar conflic rasism
moslem in myanmar burma

Semenjak 8 Juni 2012, pihak berwenang Burma baru-baru ini mendirikan sebuah ruang sidang khusus di dalam Kantor Polisi Maungdaw. Seorang Tetua setempat mengatakan, "Pengadilan Khusus itu digunakan untuk Muslim Rohingya yang ditangkap oleh Polisi, Nasaka (Pasukan Keamanan Perbatasan) dan Tentara; dengan tuduhan menciptakan masalah dan kerusuhan di Maungdaw. Tidak ada argumen maupun pembelaan dari terdakwa di Pengadilan Khusus ini. Dimana hakim hanya membaca pernyataan lalu mengirim mereka ke penjara. "

Siapapun tidak bisa menemukan kerabatnya, jika telah ditangkap oleh pihak berwenang. Dan mereka pun tidak mengetahui kapan dan bagaimana kerabatnya itu akan disidang di Pengadilan Khusus itu, kata seorang Politisi Maungdaw. Ini merupakan taktik baru yang dilakukan Otoritas Budha Burma, dalam memperkosa wanita Muslimah Rohingnya. Hal ini membuat tidak ada tempat aman bagi para Muslimah Rohingnya di Maungdaw. Kata seorang Politisi Maungdaw, "Semenjak 8-19 Juni 2012, telah tercatat lebih dari 60 perempuan diperkosa di Maungdaw oleh para Petugas Keamanan – baik itu Polisi, Hluntin (Pasukan Keamanan), Nasaka, dan Tentara- bersama dengan orang-orang Budha Rakhine dan Natala (pemukim baru)."

Pemerkosaan dan penyerangan itu dilakukan secara licik. Dimana sebelumnya, Pihak berwenang mengajak seluruh laki-laki di wajibkan untuk datang ke pertemuan mereka. Sementara semua orang melakukan pertemuan, Pasukan Keamanan-pun dikirimkan untuk memasuki dan menyerang desa-desa tersebut. Sebagian besar Muslimah Rohingnya yang tinggal di rumah mereka -pun diperkosa oleh Petugas Keamanan bersama orang-orang Budha Rakhine dan Natala. Mereka-pun menghancurkan dan menjarah harta yang ada. Berdasarkan keterangan dari para korban di Paungzarr, mereka menyatakan bahwa, "Pihak Keamanan - Tentara dan Nasaka - memasuki desa pada malam harinya ketika para lelaki mengikuti pertemuan oleh Pihak Berwenang. Para lelaki semuanya keluar menghadiri pertemuan karena takut ditangkap jika tidak berangkat.

Kemudian dengan liciknya Pasukan Keamanan memasuki rumah-rumah, dengan alasan hendak mengecek, adakah keluarganya yang tidak hadir dalam pertemuan itu. Lalu setelah itu merekapun diperkosa dengan keji."

Muslim tidak dilindungi di Arakan (Maungdaw dan Akyab) oleh pasukan keamanan – baik itu Nasaka, Hluntin, maupun Polisi - yang mana mereka telah menjelma menjadi "kekuatan pembunuh". Alih-alih mereka melindungi orang-orang yang tidak berdaya, mengendalikan situasi, dan memulihkan hukum dan ketertiban. Malah mereka mengamuk dan membakar desa-desa Muslim dan menembak orang-orang yang berusaha melarikan diri dari rumah-rumah yang terbakar.

Jam malam yang diberlakukan hanyalah upaya untuk melakukan pembunuhan secara sistematis terhadap Muslim di kota Akyab dan kota Maungdaw. Dimana ketika jam malam tiba, "orang-orang suci Budha" bersama para pengikutnya dari Arakan turun ke jalan-jalan, bersama-sama dengan Pasukan Keamanan. Mereka berjalan menuju ke desa-desa Muslim secara bersama-sama. Sesampai di sana, mereka mulai membanjiri tanah dengan darah Muslim Rohingnya, lalu memerahkan langit dengan api yang membakar desa dan properti kaum Muslimin Rohingnya. Dan membuat malam yang sunyi, penuh dengan teriakan dan ketakutan.

Hasbunalloh Wani'mal Wakil….
/Global Islamic Media Front
Mengamati Berita Mujahidin dan Menginspirasi orang-orang mukmin

Alih Bahasa
Abu Muwahid hafidhahullah

Maktabah Jahizuna/jahizuna.com/
(siraaj/arrahmah.com)

-(muttaqien post)

Kajian MTA solo di Blora di Serang bil Munkar...!!

2 komentar
Pengajian mta di bubarkan di blora
Rencana Majelis Tafsir Alquran (MTA) menggelar pengajian akbar di Desa Kamolan, Kecamatan Blora, Blora, Sabtu (14/7) akhirnya batal digelar. Pasalnya panggung dan lokasi pengajian diserbu puluhan segerombolan orang yang mengatasnamakan warga Blora yang menolak pelaksanaan pengajian tersebut.

Tak hanya itu, segerombolan orang yang menolak itu bahkan berhasil merubuhkan panggung dan merusak sekitar enam mobil yang diparkir di lokasi pengajian, pada Jumat (13/7) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Dua mobil milik warga MTA bahkan sempat dilempar bom molotov hingga terbakar.

Sebelum berhasil merusak dan merobohkan panggung, sejak Jumat (13/7) sore ratusan orang tak dikenal sudah mendatangi lokasi pengajian melakukan teror untuk menolak dan membubarkan kegiatan itu.

Bahkan beberapa kali sempat terjadi aksi saling dorong antara kelompok orang penolak dengan aparat dan satgas MTA. Panitia Pengajian memang mengerahkan ratusan satgasnya untuk berjaga-jaga di sekitar lokasi, dengan membuat barikade barisan melingkari lokasi pengajian, sementara kelompok penentang terus berteriak dan merangsek ke depan.

Baru pada malam harinya, pecahlah keributan yang berujung pada robohnya panggung. Selain itu, mobil yang ada di lokasi menjadi amukan kemarahan warga karena panitia tidak segera membubarkan kegiatan tersebut. Selain mobil beberapa sepeda motor juga tidak luput dari amukan kelompok penolak yang sejak siang berada di lokasi.

“Kami hanya ingin pengajian dibubarkan saat ini juga, kami yang punya tempat harusnya meminta izin terlebih dahulu,” ungkap Sarno (53) salah seorang kelompok penentang.

Setelah kejadian itu, ratusan Dalmas yang disiapkan oleh Polres Blora langsung mengamankan lokasi lebih ketat, karena situasi malam itu sangat mencekam, ribuan warga yang berkumpul terus menerobos mendekati panggung yang masih berdiri, sedangkan satgas MTA juga siap siaga.

Berkali-kali aparat Polres meminta kelompok penentang tetap tenang agar tidak melakukan tindakan yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Blora Kompol Djodi. Namun hal itu cuma sebentar, kemudian sekitar pukul 22.30 terjadi keributan dan aksi saling pukul yang disertai warga menggulingkan sebuah mobil dan membakar atribut MTA yang berada di sekitar panggung.

Aksi keributan itu mengakibatkan dua satgas MTA terluka di bagian pipi akibat lemparan batu sehingga mendapatkan perawatan dari tim medis Polres Blora. Sementara kelompok penentang MTA terus marah dan membakar bendera-bendera MTA yang dipasang di pinggir lokasi. Tidak hanya itu, semua peralatan milik MTA tidak luput diambil untuk selanjutnya dibakar.

Melihat kejadian itu aparat dan panitia akhirnya menarik seluruh panitia dengan mobil polisi. Baru kemudian aksi warga mulai mereda, karena panitia pengajian MTA sudah meninggalkan lokasi.

Yayasan Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) adalah sebuah lembaga pendidikan dan dakwah Islamiyah yang berkedudukan di Surakarta. MTA didirikan oleh Almarhum Ustadz Abdullah Thufail Saputra di Surakarta pada tangal 19 September 1972 dengan tujuan untuk mengajak umat Islam kembali ke Al-Qur’an. Sesuai dengan nama dan tujuannya, pengkajian Al-Qur’an dengan tekanan pada pemahaman, penghayatan, dan pengamalan Al-Qur’an menjadi kegiatan utama MTA. Saat ini, Ketua Umum MTA dijabat oleh KH. Ahmad Sukina [muslimdaily]
-(muttaqien post)

Berita Umat Islam yg JUJUR dan TERPERCAYA...