skip to main | skip to sidebar

TRANSLATE THIS BLOG...

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Minggu, 29 Juli 2012

220 more American NATO forces killed in Afghanistan..

0 komentar
American Nato forces killed in afghanistan
The operation, which unleashed yesterday in Kabul, Logar, Nangarhar and Paktia provinces with martyr attacks and onslaughts on embassies, ISAF main headquarter, the parliament, and other military and government building ended at about 1:00 p.m. after a fighting of 24 hours and was one of the most rigorous and lethal, marking the start of spring offensive.

In the heart of Kabul city, a team of four martyr attackers, Mula Iqbal, and Anas coming from Logar, Hafiz Ismatullah resident of Ghazni, and Hanif from Paktia provinces, headed Mulana Iqbal took up positions close to the Parliament house.

A second six-Martyrdom seeking team including Qari Abd-ur-Rahman coming from Wardag, Engineer Salman and Mula Shahabuddin from Paktia, Ibrahim from Nangarhar, Idrees from Balkh, and Khatab from Ghazni province, headed by Qari Abdurrahman took poison in Shirpur area of Kabul city, whereas a third team of three martyr attackers poisoned in Poli Charkhi were Mula Muzami resident of Zabul, Hafiz Talha from Kunduz, and Zain-ul-Abuddin from Paktia province. Qari Abdurrahman headed this team. The group of 13 martyr attackers of Islamic Emirate of Afghanistan, almost all at the same time, targeted the so-called ISAF main headquarter, embassies, Parliament house, Presidential Palace, Dar-ul-Aman palace, and other important military and government buildings.

After about 24 hours of extremely lethal fighting with successful onslaughts on these targets involving martyrdom attacks, remote-controlled bomb attacks, direct shooting attacks and other hand grenades attacks killed as many as 93 enemies including US-NATO and their allied troops, local police and soldiers of puppet army, and other foreign diplomats in addition to wounding hundreds of them.

Jalalabad city

A group of 8 martyrdom-seeking Mujahideen of the Islamic Emirate consisting of Muhammad Omar, Amir Hamzah, Zarar Ahmad, Khalil, Muhamood, Abid and Ma'az, Mirwais coming from Khost, Logar, Helmand, Zabul, Kunduz, Kandahar and Wardag province of Afghanistan rocked Jalalabad city.

Muhammad Omar, heading the team of five martyr attackers, and Amir Hamzah of Khost, carried a car bomb attack on PRT base, while Ma'az of Khost, heading the team of three, hit Jalalabad Airfield.

After a fighting of four hours and martyrdom attacks hitting PRT and airfield, the 13 combatants of Islamic Emirate managed to take out more than 35 US-NATO invaders and their puppets and wounded several dozens, as well as killing at least 27 US-NATO invaders and their puppets in Jalalabad Airfield and hurting many more.

Paktia

A team of three martyrdom-seeking Mujahideen of Islamic Emirate, headed by Hammad from Ghazni, and other two Tahir of Nangarhar along with Qari Saif-ur-Rahman of Khost province fought the puppets and conducted a remote-controlled car bomb attack, killing some 30 security forces of the puppets and wounding countless.

According to an eyewitness to the scene, more than 30 puppets including high-ranking officers, most of whom succumbing to injuries died in the battlefield were transferred to a heavily-guarded part of the civilian hospital in Gardez city, the capital of Paktia province.

In another report from Paktia province, a US helicopter bombed the house of a puppet officer, flattening his house and injuring a woman.

Logar

In Logar, a team of 6 martyr attackers of Islamic Emirate, headed by Mula Dilawar from Khost, targeted the department of mining and industry, which was the main target, while Mual Ayub from Farah, heading a group of three targeted the US invaders' PRT base which was the main target of the group.

According to the report form Logar province, the group of nine martyrdom-seeking Mujahideen of the Islamic Emirate killed 29 including 6 American invaders, the remaining killed in the Logar battle were soldiers and police of puppets.

The large-scale operation which simultaneously unleashed at the four provinces of Afghanistan continuing for about 42 nonstop hours, joined by only 30 martyrdom-seeking Mujahideen of the Islamic Emirate killed as many as 220 puppets, US-NATO invaders and their allies and wounded numerous of the enemy soldiers.

The funniest thing is the enemy's blatant lies that brazenly denied their fatalities, as always, by throwing dust in the eyes of the people worldwide and world media, which is typical of the US-NATO invaders. So it may not come as a surprise. The American occupation enemy and its allies are the most famous for understating their fatalities and exaggerating ours, no doubt they are very good at international lies.

However, the Islamic Emirates ask the world and mainstream media to go and just check only the hospitals in these four provinces, the truth will speak for itself.

Islamic Emirate of Afghanistan

(siraaj/arrahmah.com)-(muttaqien post)

Muslim Rohingya MYANMAR Security forces captured more than 70 young Moslem

0 komentar

Arakan news reporter: Muslim telephone: news of the day in the city of mwanghdao: security forces in cooperation with 50 young Rakhine and Indians captured more than 70 young Muslim Rohingya people, filled three trucks, the witnesses said Muslims what tried to flee from arrest fired shot at their legs and arrested and taken to an unknown fate, this is what happened today 4/7/2012.

They RAID a village-by-village mstmerwa since the beginning of the sedition 3/6/2012 early last month, yesterday also killed seven In the city of mwanghdao the ugliest and mutilated their bodies where separated with swords of flesh to head four of them, three were seriously hurt, hospital for treatment, apologized and here atsal why use troops hunted down in Rakhine State youth? This shows anything God used, dear brothers yet to come time we publish news welaizn that it has followed the news brothers conditions are bad to worse. God used.-(muttaqien post)

Selasa, 24 Juli 2012

Pendiri MTA Solo ust Abdulloh Tufail

31 komentar
Pmimpin mta solo ahmad sukino
MTA atau Majelis Tafsir Alqur'an solo, adalah sebuah yayasan dakwah islam di surakarta yang mengambil alquran dan sunah Nabi Muhammaad saw. sebagai dasar ajaranya.

Pendiri Mta solo, sejarah berdirinya MTA. Dipelopori oleh seorang ustadz bernama Abdulloh tufail. Ketika itu beliau melihat masyarakat di skitar kota solo ini beragama islam, namun dalam beribadah sungguh memprihatinkan, kebanyakan dari mereka beribadah tanpa dasar ajaran islam. Sehingga bid'ah, khurofat, tahayul,kemusrikan, di kerjakan kebanyakan warga, seperti upacara peringatan kematian manusia 3 7 hari, nyatus, dan nyewu, tingkepan, sepasaran bayi, nyadran, padusan, adalah contoh-contoh bid'ah. Sehingga dalam beribadah mereka tampak semrawut karena meraka beribadah tapi belum tahu dasarnya.

Bukanlah seperti itu ISLAM mengajarkan menyembah
Tuhanya Alloh swt., yang mencipta engatur & yang membuat hukum yang tertera dengan sangat indah... Yaitu firman Alloh sendiri yang tertulis dalam Alquran dan wahyu kepada UtusaNya Muhammad saw. dalam Sunnahnya.
Maka hukum tertingi yang paling wajib di pakai umat islam adalah Hukum dari Alquran dan sunnah yang mulia. Peraturan dalam Alquran dan sunah ini adalah hukum islam yang paling tinggi, paling adil, & paling masuk akal.., dan paling final dalam islam.

Sebagaimana kita ber Syahadat bahwa "tiada tuhan yang patut di sembah dan di ibadahi selain Alloh... Dan aku bersaksi bahwa muhammad adalah hamba dan utusaNya.."
Maka alquran dan sunah wajib kita utamakan dari hukum-hukum yang di buat tangan manusia, seperti hukum adat, hukum negara yang bukan islam-(kerana hukum dari negara islam adalah Alquran dan sunah sendiri). Apapun hukum yg di gawe manusia, entah atas nama HAM, kesetaraan Gender, hukum pidana, undang-undang negara, atau hukum internasional, bahkan hukum aturan pemerintah tentang Bagi-bagi kondom gratis
yg di canangkan menkes Liberal Nafsiyah mboy.. Bila ketetapan yang mereka buat adalah bertentangan dengan Quran & sunah, Maka Alqur'an dan Sunnah "LEBIH TINGGI" Dari semua itu.

Ketua Umum sekaligus pendiri MTA itu wafat pada tanggal 15 September 1992, setelah 20 tahun menumbuhkan dan mengembangkan MTA. Kepemimpinan selanjutnya diteruskan oleh murid beliau Al-Ustadz Drs Ahmad Sukino yang dulu mengajar di pesantren Almu'min Ngruki sukoharjo. MTA berkembang dengan pesat ke seluruh pelosok tanah air dan saat ini telah memiliki lebih dari 50 perwakilan dan lebih dari 170 cabang. MTA berkembang dari bawah, yakni atas permintaan warga masyarakat untuk mengadakan pengajian rutin, lalu setelah mekar dan merasa mantap akan kebenaran ajaran yang dikaji mereka mengajukan permohonan untuk menjadi bagian dari keluarga besar MTA. Permohonan ini baru dikabulkan kalau para siswa setempat telah dinilai oleh Pimpinan Pusat membuktikan kesungguhan mereka dalam mengamalkan Al-Qur'an dan As-Sunnah dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak sudah pelaku bidah dan dukun-dukun pada tobat dan menyerahkan "JIMAT" nya pada ustad Sukino kerana mendengar keterangan sang Ustazd.. Di katakan ust Sukino, bahwa Jimat-jimat yang di serahkan padanya jumlahnya 2 tas ransel tentara, sekarang smakin banyak, yang katanya mau di pajangan saat pameran di MTA. Jimat yg di serahkan ada yg berupa: keris, quran stambul, lembu skilan, keong buntet, pring petuk ros, dan sbgnya.. benda2 itu hanyalah suatu yg tak memiliki apa apa untuk menolong dirinya sendiri,

Pada awalnya MTA berdakwah di suatu daerah, hampir selalu mendapat tentangan dari masarakat
dalam berdakwah, di boikot, dan mendapat banyak gelar dari orang yang masih melakukan bid'ah. Seperti: orang yg tidak bermasyarakat, aliran garis keras, Manungso Tatanane Angel, menghalalkan anjing, wahaby.. Padahal wahabi teh baik..), radionya juga di cap meresahkan masyarakat dan hujatan lainya.
Mendengar smua itu ustaz sukino berkomentar "Kamu tidak sadar, dengan tuduhan-tuduhan mu itu, kamu telah mempromosikan MTA... Justru dngn perkataan mu itu,MTA akan semakin terkenal...!!" seolah suara2 sprti itu sudah sering di dengar.

Sekolah dan Pendidikan mta, Dalam perjalanan dakwahnya MTA juga berperan dalam pendidikan formal. Tujuannya agar pemuda-pemuda MTA siap dalam mendapat ilmu akademik maupun non akademik dan siap mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Maka sekitar tahun 1987 MTA mendirikan SMA MTA yang bertempat di Surakarta. Dan pada tahun 1993, MTA juga mendirikan SMP MTA yang bertempat di daerah Sragen. Kemudian disusul oleh TK dan SD. InsyaAllah MTA juga akan mendirikan SMk dan pondok pesantren.

Semoga MTA selalu memperbaiki diri untuk selalu berpegang teguh pada Al quran dan sunnsh... dan untuk tegaknya Islam seperti Zaman umar bin khottab ra. dimana 1/3 dunia berada dalam pangkuan islam yang adil... amin.
Bersambung...
-(muttaqien post)

Jumat, 20 Juli 2012

Jangan jadikan Pancasila sebagai agama karena bisa menyebabkan kemurtadan

1 komentar
pancasila indonesia lecehkan syariah islam

BANDUNG (voa-islam.com) – Jangan jadikan Pancasila sebagai agama karena bisa menyebabkan kemurtadan. Salah satu tindakan yang mengagamakan Pancasila adalah menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal organisasi kemasyarakatan (ormas).

Pernyataan itu disampaikan Pimpinan Daerah Persatuan Islam (PD PERSIS) Kota Bandung menanggapi usaha revisi Undang-undang Ormas Nomor 8/1985 yang akan menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal ormas.

Menurut PERSIS, menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal ormas bisa menyebabkan kemurtadan.

“Karena menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal bisa menyebabkan kemurtadan,” ujar Ustadz Iman Setiawan Latief SHI, Ketua Persis Kota Bandung dalam siaran pers yang diterima voa-islam.com, Jum’at (27/1/2012).

Meski tidak menyoal bila ada ormas Islam yang berasaskan Pancasila, namun PERSIS menolak keras jika Pancasila dipaksakan sebagai asas tunggal ormas.

“Jika revisi RUU Ormas itu memaksakan Pancasila sebagai asas, berarti menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal. Hal ini bertentangan dengan akidah Islam karena asas tunggal Pancasila menjadikan ideologi Pancasila sebagai agama,” tutupnya.

INI Lagi, Produk yahudi Oreo dukung gay...!!

1 komentar
produk yahudi oreo dukung gay
Semakin jelas, produk yahudi biskuit OREO dukung pengikut kaum nabi Luth a.s para Gay..!!
Oreo mengambil langkah berani, Senin (25/6), dengan mengemukakan dukungannya terhadap hak-hak gay melalui halaman Facebook. Produk makanan itu menerima 143.000 "Like" dan hampir 18.000 komentar pro dan kontra.

Merk makanan dari Kraft Foods itu memposting sebuah status lengkap dengan foto dari salah satu biskuitnya dalam versi warna-warni dengan tulisan "Proudly support love!" dan "June 25/Pride."

"Oreo selalu menjadi salah satu biskuit favorit saya. Saya akan memastikan untuk membelinya sepanjang hidup saya. Terima kasih karena telah membela hak-hak gay," tulis salah satu pengguna Facebook bernama William Kinder.

Sementara pengguna Facebook lain menyatakan ketidaksukaannya, "Tidak benar. Sekarang saya benci Oreo," tulis Tara Sawasky.

Salah satu pengguna Facebook lain yang bernama Desean Washington menulis, "Ini sangat menjijikan. Usaha kalian untuk 'menormalisasi' perilaku homoseksual telah membuat kalian kehilangan satu pelanggan."

Komentar senada datang dari Meredith Paige yang memutuskan untuk tidak lagi membeli Oreo, "Okay, selamat tinggal Oreo. Saya tidak mendukung hubungan sejenis."

Oreo sendiri dalam pernyataannya mengatakan kampanye itu merupakan bentuk perayaan ulang tahun ke-100 biskuit kesukaan anak-anak itu.

"Sebagai sebuah perusahaan, Kraft Foods mempunyai sejarah yang membanggakan dalam merayakan keberagaman dan keterbukaan. Kami merasa Oreo adalah refleksi yang menyenangkan dari nilai-nilai kami," tulis perusahaan itu dalam akun Facebooknya.

Meski begitu, tetap saja perilaku yang ditunjukkan oleh pihak Oreo merupakan sesuatu yang konyol. (fimadani/arrahmah.com)
(muttaqien post)

Minggu, 15 Juli 2012

Video Somalia dibawah Naungan Syariah islam...tak ada lagi ketidakadilan

1 komentar

Sayap media Mujahidin Al-Shabaab, Al-Kataib media, merilis video yang menggambarkan bagaiamana Syari'ah Islam dilaksanakan di Somalia. Membandingkan keadaan pada masa rezim dengan sistem demokrasi yang gagal dalam mensejahterakan dan memakmurkan rakyat dengan keadaan setelah Syari'ah Islam diterapkan yang membawa kehidupan rakyat Somalia jauh lebih baik.

Setelah lebih dari dua dekade yang penuh ketidakstabilan, kegagalan, kekacauan atau huru-hara, dan anarkisme terjadi dimana-mana, kini kaum Muslimin Somalia -terkhusus yang akan dibahas adalah kota Baidoa- dibawah kepemimpinan Al-Shabab mulai menikmati kehidupan dalam keamanan, kedamaian dan stabilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah diterapkannya Syari'at Islam. Rakyat menemukan solusi dari berbagai problem kehidupan dibawah naungan Syari'ah Islam sesuai al-Qur'an dan as-Sunnah.

Syari'ah Islam adalah jalan hidup bagi umat Islam, di mana dengannya memerintahkan kebaikan dan melarang dari keburukan untuk menciptakan keselarasan hidup umat manusia. Rakyat shomalia telah memperoleh ketentraman,dan keadilan dengan berlakunya Syariah islam.. orang-orang yang sekarang memerangi syariah islam somalia dan Al shabab adalah kaum penjajah kafir yang mencoba menghancurkan negara islam yang telah terbentuk dengan keadila, dan keamanan yang tidak pernah terjadi pada negara demokrasi yang di gembar-gemborkan Amerika dan yang sepaham dengannya. contoh hukum islam yang adil yang satu ini, jika ada seseorang dengan sengaja membunuh salah satu keluarga anda yang paling anda cintai... dalam hukum demokrasi, maka hukumanya adalah penjara maksimal 20 tahun dan setiap hari besar dan kemerdekaan dapat remisi.. sehingga belum genap 20 tahun mungkin saja sudah bebas. dan selama itu uang di hamburkan untuk membiayai penjahat di dalam sel.

Sedang dalam hukum islam pembunuh seperti itu hukumanya sangat adil.. yaitu dia di adili dalam mahkamah syariah, apabila ia terbukti membunuh seorang anggota keluarga anda, maka hukumannya ia harus di khishos.. yaitu di bunuh dengan cara yang sama bagai mana ia telah membunuh. angoota keluarga si terbunuh pun puas dengan hukuman itu , sehingga tiada dendam dalam hatinya, manusia lain pun akan berpikir 1000 kali bila mau membunuh orang. itulah hukum islam, hukum yang di buat langsung oleh Sang pencipta Dunia, dialah Alloh s.w.t, Tuhan Pencipta Alam yang maha Mengetahui dan maha adil. Itu hanya satu saja contoh... keadilan hukum Islam, sedang Di Dalam Alqur'an dan Hadits Rosululloh Muhammad s.a.w telah tertulis hukum yang paling adil tentang, peperangan, khomr (minuman keras,narkoba) hukum warisan,pernikahan , mengurus anak, bahkan hal sepele buang air kecil, meludah, etika berjalan dan lainnya, semua itu Hanya ada dalam Islam dan tak akan anda jumpai hukum seindah islam di agama manapun selain Islam...".

Selama ini, orang-orang kafir Barat selalu mencitrakan negatif tentang Syari'ah Islam dengan propaganda busuknya melalui hukum buatan tangan mereka dan media mereka, sehingga banyak orang di dunia menganggap penerapan Syari'ah Islam itu menakutkan dan akan menyengsarakan. Namun faktanya, hukum kafir telah gagal total menciptakan keselarasan hidup manusia, sementara dimanapun Syari'ah Islam diterapkan disana akan ditemukan kedamaian dan kesejahteraan kehidupan.

Dalam video ini, Mujahidin menunjukkan kilas balik disaat kota Baidoa, yang berdekatan dengan ibukota Mogadishu, diinvasi oleh pasukan penjajah Ethiopia yang berkoalisi dengan pasukan rezim Somalia beberapa tahun lalu, saat itu Mujahidin Al-Shabaab yang jumlahnya lebih sedikit melakukan perlawanan terhadap ribuan pasukan Ethiopia yang akhirnya (dengan pertolongan Allah) Mujahidin berhasil memukul mundur pasukan kafir dan menguasai kota Baidoa di tahun 2009 hingga kini. Dalam video nampak saat-saat Mujahidin menaklukkan kota Baidoa, begitu mengharukannya ketika mereka memasuki gedung parlemen rezim murtad dengan ucapan takbir, Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar!, dan sejak itu hingga kini bendera Tauhid berkibar di sana.

Setelah itu Mujahidin mengembalikan stabilitas di kota dengan melaksanakan Syari'ah Islam, membenahi urusan-urusan umat, fasilitas-fasilitas keumatan yang sebelumnya terbengkalai pada saat otoritas rezim demokrat dan pasukan Ethiopia menjajah, dan menjaga kaum Muslimah yang sebelumnya tertindas oleh budaya Barat, sekarang mereka bebas dan dijaga kehormatannya dibawah naungan Syari'ah. Selain itu, angka kriminalitas juga menurun drastis hingga 98% di daerah Bay dan Bakool dan perekonomian umat meningkat tajam seperti penjualan elekronik modern meningkat dan Mujahidin menyediakan akses internet untuk mempermudah umat mengakses informasi, sehingga kesejahteraan pun meningkat serta penjualan buku-buku Islam yang sesuai al-Qur'an dan as-Sunnah kini dijual di pasar publik dengan bebas dan dapat ditemukan dengan mudah.

Karena pengembangan infrastruktur kota yang membaik dan perekonomian pulih kembali, banyak warga yang dahulu meninggalkan rumah mereka kembali ke kota itu dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik, dibawah naungan Syari'ah.

Dibawah naungan Syari'ah, perdagangan di kota Baidoa semakin membaik dan warga tidak khawatir lagi akan kejahatan geng-geng pencuri atau perampok karena keamanan tercipta di kota itu, dibawah naungan Syari'ah.

Seorang warga (seorang pedagang) Baidoa mengatakan, "Sekarang Badioa benar-benar aman, tetapi kota ini telah melalui banyak tahap berbeda. Kami ingat ada pos pemeriksaan di pusat kota di mana orang-orang dirampok setiap harinya, setiap orang tahu apa yang sedang terjadi tetapi tak ada yang bisa melakukan apapun terkait ini, namun hari ini tidak ada seorangpun yang bisa menyentuh milik orang lain, bahkan jika seseorang meninggalkan rumah mereka terbuka lebar tidak ada satupun yang berani memasukinya, dan ini karena penerapan Syari'ah Islam yang Mujahidin telah tegakkan di kota ini."

Seorang pedagang lainnya, penjual barang-barang elektornik, juga merasakan hal yang sama, ia mengatakan, "Ada perbedaan besar antara otoritas Islam sekarang dengan otoritas sebelumnya di Baidoa, terutama ketika kita melihat situasi keamanannya, sebelumnya kami tidak mendapatkan keamanan sama sekali dan bisnis kami mudah diserang, tetapi sekarang kota ini sangat aman dan kami merasakan bisnis kami aman. Sebelumnya kami terus khawatir toko kami akan dibobol atau dirampok, tetapi sekarang tidak lagi, Alhamdulillah. Kami diperingatkan untuk sholat dan cukup gembira untuk mematuhi waktu sholat yang mereka tentukan."

Jadi, pada saat waktu sholat telah tiba, ada petugas yang diperintahkan untuk menyerukan sholat kepada semua pedagang untuk menutup toko mereka sejenak untuk melaksanakan sholat berjama'ah di Masjid dan kembali berniaga seusai sholat.

Tak hanya itu, dibawah naungan Syari'ah, dakwah Islam yang haq gencar dilakukan di Masjid-masjid, sehingga dahulunya banyak warga yang masig sering berdo'a melalui perantara kuburan 'para wali' dan meyakini kepercayaan-kepercayaan mistis sekarang perlahan lahan mereka mulai memahami ajaran Islam yang lurus dan meninggalkan keyakinan tak berdasar seiring dengan dihancurkannya simbol-simbol kesyirikan. Untuk melahirkan generasi Islam yang lurus, madrasah-madrasah Islam yang sesuai al-Qur'an dan Sunnah didirikan, madrasah dan institut Islam meningkat berlipat ganda sejak Mujahidin mengontrol Baidoa sejak tahun 2009, dibawah naungan Syari'ah.

Dalam hal bisnis, Mujahidin tak melupakan kaum Muslimah, Mujahidin tidak melarang Muslimah berbisnis sebagaimana Barat mengklaim bahwa Syari'ah tidak mengizinkan wanita berbisnis. Dibawah naungan Syari'ah, Muslimah diizinkan untuk turut berbisnis, contohnya di pasar-pasar di mana mereka berdagang, dengan syarat harus mengikuti etika berpakaian Islami dan adab berdagang Islami.

Dengan membaiknya perekonomian, 85% populasi daerah Bay dan Bakool mendapatkan fasilitas-fasilitas kesehatan, air bersih, dan pendidikan dasar, serta masyarakat Muslim mudah dan gratis untuk menuntut ilmu Syar'i dan bahasa Arab dengan pengajaran dari Syaikh, dibawah naungan Syari'ah.Mujahidin somalia

Sementara bagi para pemuda yang telah siap berjihad, mereka dilatih oleh Mujahidin tanpa mengeluarkan biaya seperti akademi militer rezim demokrat, Jihad menjadi populer dan menjadi basis kekuatan di Baidoa, bahkan menjadi hobi bagi para pemuda di wilayah itu, Allahu Akbar!. Ternyata bukan hanya para pemuda yang semangat berjihad, tetapi para orang tua di wilayah itu pun mendapatkan pengajaran ilmu Syar'i dan pelatihan fisik. Dalam video ini, menayangkan saat digelar kursus khusus untuk para tetua suku di mana mereka belajar Tauhid dan ber-I'dad. Juru bicara Al-Shabaab Syaikh Ali Mohamud Rage menyampaikan pidato singkat saat akhir kursus tersebut, ia mengatakan, "Kami ingin berterimakasih kepada semua tetua suku yang telah dengan sabar menjalankan kursus ini selama 39 hari, mempelajari Kitabullah, dan kami menasehati anda sekalian untuk bersabar dengan kesulitan apapun yang kalian hadapi terkait agama kalian, hingga kalian berjumpa dengan Allah dan berjumpa dengan Rasulullah (shalallahu 'alaihi wa sallam) di telaga nanti."

Salah satu tetua suku juga menyampaikan pesannya di hadapan para hadirin dengan semangat, ia mengatakan, "Kita, para tetua suku, harus menjadi orang-orang yang berbaris di depan Mujahidin dan memerangi orang-orang kafir di pangkalan mereka. Jika para tetua memimpin para pemuda, dapatkah kalian bayangkan apa yang dapat para pemuda mampu lakukan. Kita tidak akan melihat siapapun mengabaikan Jihad dan orang-orang kafir akan dipenggal semuanya tepat di pos-pos pertahanan mereka!."umat syariah ialam di shomalia

Salah satu tetua suku yang paling terkemuka di wilayah itu, Malak Mukhtar, mewakili tetua suku lainnya, berbicara di hadapan kerumunan masyarakat setelah mereka kembali dari pembinaan selama 39 hari itu, ia mengatakan, "Apakah kita siap untuk membawa senjata di tangan kiri kita dan al-Qur'an di tangan kanan kita dan menghadapi orang-orang kafir yang agresif itu?". "Ya, Allahu Akbar," sahut warga.

Ia juga mengatatakan saat diwawancarai oleh Al-Kataib, "kota Baidoa benar-benar damai dan tidak ada masalah apapun. Pemerintahan Islam di wilayah ini, memerintah berdasarkan hukum Syari'ah Islam, dan semua orang di sini telah menyambut untuk menerimanya dan mereka diuntungkan karenanya secara siginifikan, di sini tidak ada konstitusi tetapi hanya mengatur dengan Syari'ah Islam, yang diaplikasikan berdasarkan tuntunan al-Qur'an dan as-Sunnah Nabi (shalallahu 'alaihi wa sallam). Otoritas lokal dan penduduk di sini telah mencapai sebuah kesepakatan dan menegakkan Syari'ah Islam."

Dengan mengatur segala sesuatu berdasarkan aturan Allah Ta'ala, dengan pertolongan Allah, pemerintahan Islam telah membawa keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi rakyat di Baidoa setelah penindasan yang dirasakan selama rezim sekuler berkuasa.

Pemuda Muslim Baidoa juga mengucapkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala karena Syari'ah Islam telah diterapkan. "Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah karena kami telah diatur berdasarkan Kitabullah dan situasi di Baidoa sekarang sangat indah, Alhamdulillah," kata salah seorang pemuda. Ketika ditanya bagiamana situasi di kota ini, ia menjawab "100% sangat baik, masyaAllah." Para pencuri atau perampok telah ditangani oleh Mujahidin sehingga situasi menjadi aman, dengan rahmat Allah.

Buah lain dari diterapkannya Syari'ah Islam adalah pemerintahan Islam di Baidoa berhasil (dengan pertolongan Allah) mendamaikan perselisihan antar suku dan sekarang tidak ada lagi percekcokan antara suku, bahkan suku-suku memberikan senjata mereka kepada pemerintahan Islam.

Baidoa adalah tanah yang sangat subur pertanian dan peternakannya, saat pemerintahan Islam berkuasa, pertanian dan peternakan lebih dapat dikembangkan. Contohnya saja, di kota ini banyak sekali unta, domba dan sapi, dan di pinggiran kota ini, ratusan unta, domba dan sapi diperjualbelikan setiap hari.

Dibawah naungan Syari'ah, rakyat hidup tenang dan aman, mereka tak takut lagi akan penindasan dari para tentara rezim sekuler dan tentara penjajah, anak-anak dapat tersenyum lebar tanpa takut bermain di luar rumah, para wanita merasa aman ketika harus keluar memenuhi kebutuhan mereka, dan para ulama bebas berdakwah melakukan tugas mereka menyebarkan dan mengajarkan kebenaran tanpa takut lagi ditangkap atau ditekan oleh para penindas, sejak mereka mendapatkan otoritas dan senjata untuk keamanan dakwah. Apa yang mereka dakwahkan pertama kepada umat adalah tentang Tauhid, dan semua bentuk kesyirikan telah diberantas. Kini dakwah Tauhid kepada umat bebas dilakukan di kota-kota dan desa-desa serta ada seminar-seminar keislaman yang digelar untuk menyeru umat ke jalan Allah, untuk beribadah kepada Allah saja.

Penegakkan Syari'ah Islam di berbagai aspek kehidupan sesuai dengan ajaran Islam telah menghentikan penindasan yang terjadi sebelumnya, menciptakan keseimbangan hidup di masyarakat. Baidoa, sebagaiamana pemerintahan Islam lainnya di Somalia dengan cepat menjadi masyarakat yang terpadu, dibawah kepemimpinan Mujahidin tiga tahun berlalu tanpa ada masalah yang signifikan. Dahulu, pada saat rezim sekuler yang berkuasa, sering terdengar puluhan orang tewas terbunuh, tetapi sekarang Alhamdulillah kasus demikian tidak ada lagi, karena dengan Syari'ah Islam orang-orang mengetahui bahwa mereka akan diadili di pengadilan Syari'ah dengan hukum Allah.

Sejak Mujahidin memerintah, para penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan, para pengungsi, kini tak khawatir lagi, karena Mujahidin mendirikan kamp-kamp yang bagus untuk mereka dan mendistribusikan bantuan makanan untuk mereka.

Dalam video ini juga menyangkan saat Mujahidin membagikan bantuan makanan, beras 500 karung dan 500 botol minyak, ke 500 keluarga. "Kami beryukur atas karunia Allah, dan kami berterimakasih kepada Mujahidin. Ada perbedaan yang besar bagaimana Baidoa saat ini dan Baidoa sebelumnya. Kami merasa lebih aman sekarang dan kami hidup dalam keadaan sangat damai dan kerukunan," kata salah seorang warga yang menerima bantuan.

Senyum itu telah kembali, tak ada lagi tangisan hasil penindasan, tak ada lagi ketidakadilan, senyum itu telah kembali lagi dibawah naungan Syari'ah. Allahu Akbar!

Allah Maha Kuasa atas segala urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.." (Q.S Al-A'raf: 96)

Download video ini:

http://archive.org/download/Zlal_Alshare3a/shriia1.mp4 (Kualitas Tinggi)

http://archive.org/download/Zlal_Alshare3a/shriia2.rmvb (Kualitas Menengah)

http://archive.org/download/Zlal_Alshare3a/shriia4.3gp (Kualitas Rendah)

(siraaj/arrahmah.com)
(muttaqien post)

Rabu, 11 Juli 2012

Senin, 09 Juli 2012

Pengaruh bacaan alqur,an pada otak syaraf dan organ tubuh kita, subhanalloh menakjubkan...

3 komentar
mukjizat pengaruh bacaan al quran pada otak dan organ tubuhPengaruh membaca Alquran untuk otak, syaraf dan organ tubuh ternyata sangat baik, ini berdasarkan penelitian ilmiah. subhanalloh...!
"Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur'an...".

Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.

Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.

Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.

Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur'an.

Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur'an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur'an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an.

Al-Qur'an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur'an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Qur'an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur'an lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur'an memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

Mahabenar Allah yang telah berfirman, "Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat" (Q.S. 7: 204).(muttaqien post)

Laskar dan ormas Islam soloraya Ancam bubarkan judi Lsvegas di klaten

0 komentar
laskar islam jihad solo sambut ramadan di klatenLaskar islam solo raya, atau orang yg tidak paham biasa menyebut jihad solo, yg terdiri dari gabungan Laskar umat islam surakarta LUIS, JAT, MMI, FUI, FORDIK, SAPALA, HISBAH, dan lainya hari ini minggu 8 juli 2012 menggerakan pasukannya...!
fui bersama ormas danumat islam soloDengan tujuan menjaga kesehatan dan kekuatan fisik guna "Meneruskan perjuangan Islam... yang masih panjang, dan menyambut bulan ramadhan, menandai tempat2 maksiat yang
selanjutnya akan di tindak..!!
Wah...! :-o>Rencananya FUI bersama ormas dan umat islam klaten akan melakukan sweeping terhadap
tempat-tempat kemaksiatan atau Pekat-miras, judi, hiburan maksiat, narkoba, dan kemaksiatan lain . Seperti dikatakan Korlap FUI "Pokoknya kemaksiatan harus berkurang banyak.., minimal di bulan ramadhan..! Mereka mengancam akan menyerbu gembong maksiat perjudian yang bernama LASVEGAS Jika aparat tidak tegas menindak perjudian itu...
Bagaimana, anda tertarik...?(muttaqien post)

Senin, 02 Juli 2012

Kajaiban... Joshua Evans kristen yang beruntung masuk islam

0 komentar
keajaiban kristen masuk islamSegelintir kisah muallaf "Joshua Evans" dari kristen menuju agama islam yang rasional,, "Injil Membimbingku pada Islam..."

Evans tumbuh dengan didikan yang ketat, meski tanpa kedua orang tuanya. Tinggal dekat dengan gereja dan belajar di sekolah Kristen adalah dua hal yang membentuknya menjadi pendeta muda. Namun ia tak pernah menyangka, Injil justru membimbingnya pada perhentian yang lain, yakni Islam.
“Aku dibesarkan oleh kakek dan nenekku, di South Carolina (AS),” Evans mengawali ceritanya. Malam itu, 6 Februari 2009, ia diundang untuk berbicara di Masjid Omar Al Farouk, California. Ibunya meninggalkan rumah sejak Evans masih kecil, sedangkan ayahnya tinggal jauh darinya untuk bekerja. “Di rumah hanya ada aku dan dua orang penganut Kristen yang sangat konservatif (kakek dan nenek).”

Konservatisme, menurut Evans, tak menyulitkan kedua orang terdekatnya itu untuk membentuk dirinya. Sejak kecil, Evans telah terbiasa datang ke gereja pada Minggu pagi dan malam, ditambah Rabu. “Dan dalam Kristen, orang-orang seperti kami termasuk golongan sangat relijius,” katanya.

“Dari gereja, rumah kami hanya dibatasi oleh dua rumah lain,” Evans melanjutkan. Karenanya, ia tak pernah absen dari sekolah Minggu dan kegiatan Sabtu malam yang diadakan gereja.

Meski mengaku tak menyukai gereja—di mana ia harus diam, mendengarkan ceramah pastur, berdiri, lalu kembali duduk dan mendengarkan, Evans kecil menyukai sekolah Minggu. Ia senang mendengarkan cerita-cerita tentang nabi seperti Musa, Nuh, dan Ibrahim. “Cerita-cerita itu yang kupahami sebagai Kristen.”

Pada usia 12 hingga 14 tahun, Evans mengikuti layanan gereja setiap Sabtu malam, di mana ia bisa bermain basket, sepak bola, makan pizza dan kue bersama teman-teman sebayanya. Lalu, kegiatan itu diakhiri dengan ceramah 30 menit oleh seorang pendeta muda. “Usianya hanya tiga tahun lebih tua dariku. Ia berbicara tentang agama, Tuhan, dan banyak hal lain.”

Dari kegiatan-kegiatan gereja yang ia ikuti, Evans mulai menemukan keimanan terhadap agama tersebut. “Untuk pertama kalinya, aku beragama atas dasar keinginanku sendiri,” ujarnya.

Keimanan Evans semakin ‘aman’ ketika akhirnya ia melanjutkan ke sekolah tinggi yang disebutnya ‘sekolah Kristen paling konservatif’ di South Carolina, Bob Jones University. Di kampusnya, laki-laki dan perempuan harus mengenakan pakaian tertutup, dilarang berduaan dengan lawan jenis, dan tak ada pesta.

Di kampus itu, Evans berkawan akrab dengan seorang pendeta muda, yang kritis dan begitu ingin tahu banyak hal tentang Injil. “Karena kami tahu, Injil memiliki banyak versi,” katanya. Maka suatu hari, sang kawan mengajukan sebuah pertanyaan ringan yang tak pernah diduga Evans, “Apakah kamu pernah membaca Injil?”

Evans terdiam sejenak, lalu menjawab bahwa tentu ia pernah membacanya saat di gereja, ketika pastor menyuruh jamaat membaca ayat tertentu. Sang teman lalu mengajak Evan membacanya seperti membaca buku, dari bagian awal hingga akhir. “Jika Tuhan bisa berbicara dengan pastor melalui Injil, seharusnya dengan kita pun bisa,” Evan menirukan ucapan temannya.

“Itu ide yang sangat bagus, dan kami mulai membacanya,” kata Evans yang memulainya dengan membaca Kitab Perjanjian Lama. Di kitab itu, ia menemukan kisah-kisah nabi seperti pernah didengarkannya di sekolah Minggu. Namun ia segera dikejutkan beberapa bagian kisah yang justru menenggelamkan kemuliaan para utusan Tuhan tersebut, seperti menggambarkan nabi tertentu sebagai pecandu alkohol.

“Para nabi seharusnya adalah orang-orang mulia yang mampu menjadi teladan bagi umatnya,” Evans berontak. Merasa ada yang salah dengan kitabnya, ia mendatangi beberapa pastor. Dan ia kembali kecewa dengan jawaban para pastor itu. “Dengan jawaban yang sama dan normatif, mereka menasihatiku untuk tidak membiarkan ilmu pengetahuan meruntuhkan keimananku,” kata Evans. Ia juga diminta membaca Kitab Perjanjian Baru.

Meski tanpa penjelasan memuaskan, Evans menggarisbawahi satu pesan utama dari Kitab Perjanjian Lama yang baru ditamatkannya. “Tuhan itu Satu, dan Ia adalah Dzat yang Unik. Ia selalu iri soal pemujaan. Jika ada yang menyembah selain diri-Nya, Tuhan memberinya hukuman.”

Evans mulai membaca Kitab Perjanjian Baru. Kali ini, pertanyaan yang mengelilingi otaknya adalah mengenai mereka yang namanya disebutkan dalam Injil; Matthew (Matius), Luke (Lukas), John (Yohanes), dan Mark (Markus). Tak hanya itu, ia mulai mendalami ajaran Yesus melalui ucapan-ucapannya di dalam Injil. “Aku menangkap pesan yang sama (dengan yang ada di dalam Kitab Perjanjian Lama), Tuhan hanya satu,” katanya.

Pertanyaan-pertanyaan itu mengganggunya, dan memberinya sebuah keputusan. “Kutinggalkan Kristen.”

Baginya, tak perlu ada yang berdiri di antara dirinya dengan Tuhan. Ketika aku ingin meminta sesuatu dari-Nya, aku hanya perlu datang kepada-Nya,” kata Evans.

Ia mulai mencari agama, mempelajari Yahudi, Budha, Hindu, Thao, dan banyak lainnya. Dan setiap bertemu dengan pemeluk agama tertentu yang belum dipelajarinya, Evans selalu bertanya, “Apakah kamu punya sebuah kitab?”

Tak kunjung menemukan Tuhan, Evans menyerah dan marah. Menurutnya, Tuhan mempedulikannya. Sebagai pelampiasan, Evans mulai berpesta dan berteman alkohol, dua hal yang selalu dijauhinya.

Satu malam, pulang dari pesta, Evans selamat dari kecelakaan yang bisa saja merenggut nyawanya. Tiga bulan kemudian, ia kembali selamat dari peluru pistol yang ditodongkan padanya di sebuah mesin ATM. “Ucapan ibuku mulai membuatku berpikir, ‘Tuhan punya maksud di balik ini semua’.”

Sejauh itu, Evans tak mengenal Islam. Dan perkenalan pertamanya tak berlangsung baik. Saat melihat-lihat rak buku agama di kampusnya, Evans menemukan sebuah buku tentang Islam. Belakangan ia baru tahu bahwa buku itu hanya berisi propaganda negatif tentang Islam. “Ia menyebutkan banyak hal buruk, salah satunya adalah bahwa Islam membolehkan Muslim membunuh orang-orang non Muslim, kapanpun dan di manapun.”

Evans kembali bertemu Islam saat ia mengenal seorang Amerika-Afrika. Ketika Evans bertandang ke rumahnya, mereka berdebat tentang agama. Saat itulah Evans tahu bahwa ia berdiskusi dengan seorang Muslim. Diajaknya Evans ke masjid.

Joshua EvansDi masjid, Evans mendengarkan khutbah Jumat yang berbicara tentang pengampunan Allah. “Belakangan aku tahu, segalanya sengaja dipersiapkan bagiku. Temanku telah memberitahu sang imam tentang kedatanganku,” ujarnya, disambut tawa orang-orang yang menyimak ceritanya.

Terlepas dari itu, Evans tertarik dengan materi khutbah yang baru didengarkannya. Dan saat menyaksikan para Muslim melakukan gerakan ruku’ dan sujud, Evans tak mampu menutupi kekagumannya. “Itu lebih dari berdoa. Itu adalah menyembah, penuhanan yang sesungguhnya,” kata Evans.

Setelah shalat Jumat usai, Evans menghampiri sang imam dan bertanya, “Apakah kalian (Muslim) mempunyai sebuah kitab?”

Evans membaca kitab dari sang imam, surah demi surah. “Aku tahu nama-nama ini; Ibrahim, Musa, Daud, Zakariya, Isa. Tapi, ada yang berbeda tentang mereka dalam kitab ini,” teriaknya dalam hati. Alquran menggambarkan dan mengisahkan mereka sebagai orang-orang mulia yang harus diteladani umatnya.

Membaca kisah-kisah tentang Yesus, Evans semakin kagum. Menurutnya, Injil tak menjelaskan bagaimana Maryam menghadapi tuduhan yang ditujukan padanya, bagaimana Yesus yang masih bayi berbicara untuk membela ibunya.

“Ini kisah yang sangat indah. Siapapun pengikut kitab ini, aku ingin menjadi seperti mereka,” kata Evans.

Jumat berikutnya, Evans kembali mendatangi masjid tempatnya mendengarkan khutbah. “Bukan untuk menanyakan apakah mereka punya kitab yang lain,” katanya. “Aku datang untuk menerima Islam.”

“Desember 1998. Aku masih mengingatnya,” ujar Evans, tersenyum.
Di sadur dari kisahmuallaf.com

Berita Umat Islam yg JUJUR dan TERPERCAYA...